google-site-verification=P7_xBqiVYiiiF-RKrUhnGci1YWarSOsyrjfxeEmvUFg

Ragam Beda Sex dan Gender, Kamu Wajib Tahu!

Ragam Beda Sex dan Gender, Kamu Wajib Tahu!

Photo by Michael Prewett on Unsplash

Ragam Beda Sex dan Gender, Kamu Wajib Tahu!, Di dunia yang semakin modern ini, isu-isu gender seringkali menjadi topik panas yang dibicarakan masyarakat luas. Isu-isu tersebut selalu berkaitan dengan ketidakailan, kesetaraan, hak dan kewajiban, dan lain sebagainya yang bersangkutan pada lelaki dan perempuan. Namun, seringkali masyarakat mengangkat isu-isu tersebut dengan pemikiran yang awam yang tidak mengerti dasar teorinya. Hal ini menjadi semakin parah ketika isu gender ini dibentrokkan dengan agama.

Di artikel kali ini Mimin akan menyajikan pembahasan tentang perbedaan sex dan gender secara general. Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa sex dan gender memiliki konsep yang berbeda. Sex merujuk pada jenis kelamin yang dibawa sejak lahir dan merupakan kodrat dari Tuhan, lelaki dan perempuan, yang dapat dilihat secara bentuk biologis. Karakteristik tubuh lelaki dan perempuan sangat jelas terlihat dari setiap sisi. Sementara itu, gender lebih mengarah pada pembawaan sex yang berkembang seiring dengan proses sosial dan budaya yang panjang. Contoh sederhananya, Seseorang bayi yang terlahir sebagai lelaki pasti memiliki ciri khas seperti lelaki pada umumnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika Ia mulai menjalani proses sosial dan budaya yang panjang, Ia mungkin terlihat lebih seperti perempuan dengan segala tingkah lakunya.

Ragam Beda Sex dan Gender
Gender berkaitan dengan sifat maskulin dan feminin sementara sex berkaitan denga jenis kelamin, lelaki dan perempuan

Dalam gender, sangat memungkinkan terjadinya sebuah persilangan karakter atau role antara lelaki dan perempuan. Judith Butler, seorang Filsuf Post-Strukturalis Amerika, dalam bukunya yang berjudul “Gender Trouble” berpandangan bahwa di dunia ini tidak ada gender yang sebenarnya. Semuanya dibentuk melalui sebuah konstruksi sosial dan budaya yang diputar berulang-ulang hingga menjadi sebuah identitas bernama gender.

Secara garis besar, gender dapat dipilih sementara sex tidak dapat dirubah. Seseorang dengan kelamin yang sudah ditentukan dapat berubah jati dirinya karena lingkungan sosial sangat berperan dalam proses konstruksi diri. Hal ini lah yang pada akhirnya memunculkan lelaki rasa perempuan atau yang biasa disebut dengan waria, perempuan rasa lelaki atau tomboy, dan bentuk LGBT lainnya.

Selurus dengan hal ini, dunia psikologi juga menafsirkan makna yang sama terkait gender. Karakter, sifat, sikap, dan prilaku yang dimiliki lelaki dan perempuan dapat ditukar, tertukar, dan tercampur. Gender dapat diklasifikasikan dalam dua garis besar. Maskulin yang seharusnya dimiliki oleh lelaki dan feminin yang menggambarkan perempuan.

Karakter Gender maskulin digambarkan sebagai individu yang kuat, berani, tegas, penuh semangat, independen, dan tidak pantang menyerah. karakteristik gender ini mengarah pada perjuangan yang memerlukan kerja keras dan tahan banting. Orang yang maskulin lebih mengedepankan sisi rasionalitas dan mengkesampingkan sisi perasaan. Karakter maskulin ini memang sangat merujuk pada lelaki. Namun, banyak juga perempuan yang memiliki semua aspek sifat maskulin tersebut. Mereka biasanya dikenal dengan sebutan tomboy.

Karakter Feminin kaitannya dengan sifat hangat dan lembut dalam hubungan personal. Sensitifitas orang feminin sangat tinggi dan mudah terbawa perasaan. Selain itu, tingkat emosi yang tinggi dan sering berubah-ubah juga menjadi karakter dari gender ini. Karakter ini memang sangat cocok dengan perempuan. Namun, banyak juga ditemukan lelaki yang lemah lebut cangkang keong dan mudah terbawa perasaan. Lelaki seperti ini biasanya dicap sebagai lelaki ngondek.

 

Di antara kedua gender ini ternyata didapati juga sebuah gender yang merupakan perpaduan dari keduanya. Androgini merupakan campuran sifat yang dimiliki maskulin dan feminin. Contoh mudah dari androgini adalah perempuan tomboy dan lelaki ngondek yang sudah dijelaskan di atas. Gender ini memiliki karakteristik yang fleksibel dan terlihat lebih sehat dalam sebuah hubungan. Oleh karenanya dalam pertemanan seseorang yang bergender androgini dapat dengan mudah membaur dengan kelompok lelaki dan perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *