google-site-verification=P7_xBqiVYiiiF-RKrUhnGci1YWarSOsyrjfxeEmvUFg

Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan

Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan

Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan

Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan, Kalian pasti sering melihat lelaki dengan tubuh ideal berjalan dengan penuh kebanggaan. Dada bidang, perut sixpack, badan tegap dan keras, dan berotot menjadi penampilan yang diagung-agungkan banyak lelaki. Bagi lelaki, tubuh seperti inilah yang meningkatkan kepercayaan diri dalam melakukan segala jenis aktifitas. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan tubuh impian seperti rutin pergi ke gym dan mengkonsumsi suplemen. Tidak tanggung-tanggung, private trainer yang merogoh kocek cukup dalam pun dikerahkan demi mengoptimalkan hasil latihan. Semuanya demi tubuh indah dan ideal.

Tujuan utama dari perjuangan membentuk badan sebenarnya hanya untuk pamer. Lelaki ingin menunjukkan kepada para perempuan dan lelaki as well bahwa keberadaannya perlu diakui dan disanjung. Dalam istilah psikologi dan seksologi lelaki seperti ini dinamakan lelaki spornoseksual. Dicetuskan oleh Mark Simpson, Ia menggambarkan perbedaan antara lelaki metroseksual dan spornoseksual. Lelaki metroseksual cenderung sedikit mengangkat unsur femininnya sementara lelaki spornoseksual justru memaksimalkan sisi maskulinnya. Dari sisi bahasa, spornoseksual merupakan perpaduan dari tiga suku kata yaitu Sport, Porn, dan Sexual. Tiga kata ini menggambarkan lelaki yang gemar berolahraga dengan tujuan untuk memuaskan hasrat seksual dengan memerkan bentuk badan.

Fenomena spornoseksual ini merupakan sebuah “paradigm shift” atau perubahan paradigma masyarakat, khususnya lelaki, yang dilakukan oleh post-modern media. Hal ini dapat kita rasakan dengan semakin banyaknya iklan suplemen makanan yang memamerkan tubuh indah lelaki bertelanjang dada. Contohnya, L-Men mengubah pandangan lelaki bahwa lelaki dengan lemak berlebih tidak sedap dipandang oleh mata. Tidak heran jika banyak lelaki pada akhirnya bersemangat membeli produk L-Men dan pergi ke gym.

Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan
Tujuan utama lelaki membentuk badan adalah untuk mendapat perhatian, perempuan dan lelaki

Lelaki spornoseksual bisa kita temui di berbagai tempat, gym salah satunya. Mengutip kata-kata dari Master Dedi Corbuzier bahwa tujuan pertama lelaki datang ke gym bukanlah untuk sehat, namun untuk membentuk badan. Bagi lelaki, dengan badan yang bagus mata perempuan akan tertuju kepada mereka. Padahal dalam studi kasus yang Mimin lakukan perempuan lebih memilih lelaki dengan tubuh yang biasa saja.

Selain itu, leorang lelaki akan sangat termotivasi (I prefer to use “terintimidasi”) melihat lelaki lain memiliki badan lebih bagus. Tidak heran jika banyak lelaki yang berlomba untuk membentuk badan dan saling memamerkan hasilnya. Atmosfer persaingan membentuk badan bagi lelaki merupakan sesuatu yang intens dan menyangkut harga diri. Lelaki akan merasa sangat rendah ketika orang lain menyebutnya gendut atau kurus.

Meskipun demikian, tidak semua lelaki yang memiliki badan bagus bisa dianggap sebagai lelaki spornoseksual. Lelaki akan menjadi spornoseksual ketika mereka memiliki hasrat ingin dipuji bentuk badannya oleh khalayak ramai. Ketika seorang lelaki rajin mengangkat barbel dibarengi dengan live instagram, besar kemungkin Ia adalah seorang spornoseksual. Atau, jika kalian sering melihat lelaki mempublikasikan foto topless dirinya di sosial media, bisa jadi mereka juga terindikasi.

So sobs, apa kalian jenis lelaki yang suka pamer bentuk badan? jika ya, besar kemungkinannya kalian merupakan lelaki dengan spornoseksual. Mimin berpendapat hal ini wajar karena sifat dasar lelaki adalah memiliki kebanggan yang tinggi dan ingin dipuji. Salah satu cara mendapatkan kebanggan ini adalah dengan pamer bentuk badan. Yang terpenting adalah jangan baper ketika tidak ada yang memuji ya sobs hehe. So, juts do what you like and believe that it is good for you.

2 tanggapan untuk “Spornoseksual: Si Tukang Pamer Badan

  • 28 April 2020 pada 22:32
    Permalink

    Keren bang artikelnya.
    Educating dan entertaining.

    Terima kasih.

    Balas
    • 29 April 2020 pada 08:52
      Permalink

      Terimakasih, pantengin terus yaaa

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *